Selasa, 19 April 2016

TIPS MENGOLAH KEPITING SEBELUM DIMASAK

 Menjamurnya resto spesialis kepiting seketika menarik perhatian orang. Wajar saja, mengingat makanan yang awalnya lebih banyak dijual di area dekat pantai atau pelabuhan, kini dengan mudah disambangi di lokasi perkotaan. Daya tarik kepiting memang terletak pada rasa dan seni mengonsumsinya. Toh, bagaimana pun kepiting ini diolah, rasanya akan tetap menggiurkan.

Kepiting asam manis saus telur, kepiting saus tiram, atau kepiting bumbu saus lada hitam? Membayangkannya saja sudah membuat lidah bergoyang.
Tertarik mencoba membuat hidangan dari kepiting di rumah Anda? Ketahui dulu cara memilih dan mengolah kepiting berikut ini:
Pilih yang Segar
Memilih kepiting yang segar dan enak dimakan terbilang rumit. Mulai pemilihan dengan memastikan bahwa kepiting masih hidup dan aktif. Salah satu cirinya dapat Anda lihat melalui mata, jika mata kepiting masih aktif atau beberapa kali mengedip, tandanya kepiting tersebut masih hidup dan segar.
Membeli kepiting langsung ke pusat penjualan atau pelelangan ikan akan jauh lebih baik ketimbang membeli di supermarket atau pasar tradisional. Pasalnya, arus transaksi di tempat pelelangan ikan sangat cepat sehingga kecil kemungkinan Anda mendapat kepiting stok lama. Jika tak memungkinkan, tak masalah membeli di pusat perbelanjaan atau pasar tradisional, asal hindari membeli kepiting yang terus-menerus ditempatkan dalam air.
Pasalnya, kepiting yang terus-menerus direndam air cenderung lebih aktif sehingga tenaganya akan mudah habis. Alhasil, dagingnya akan mudah sekali menyusut. Padahal, kepiting mampu bertahan hidup tanpa air selama insangnya basah. Ia hanya perlu ditaruh di dalam air selama 2 - 3 jam per hari.
Selain itu, cermati juga jika kepiting yang dijual dalam kondisi diikat tali. Jangan sampai kondisinya sudah tak bagus, misal capitnya sudah terlepas. Namun, cara paling mudah untuk memilih kepiting adalah dengan mencium aromanya. Kepiting yang sudah tidak segar memiliki aroma khas yang menyengat dan tak sedap.
Rebus atau Kukus
Sebelum diolah menjadi berbagai masakan, kepiting biasanya akan direbus atau dikukus (steam). Merebus merupakan cara paling umum dilakukan untuk memasak kepiting. Caranya, ambil wadah berisi air untuk merebus kepiting. Lalu taburkan garam secukupnya, tambahkan pula beragam bumbu dan rempah sesuai selera. Setelah itu, masukkan kepiting ke dalam air rebusan. 
Akan lebih baik apabila kepiting dimasukkan ke dalam air rebusan secara bersamaan agar bisa matang dalam waktu yang sama. Setelah itu, rebus kepiting selama 10 hingga 15 menit atau sampai ia mengambang di atas permukaan air. Kemudian, dinginkan terlebih dahulu kepiting sebelum diolah dengan berbagai bumbu.
Selain merebus, kepiting juga bisa dikukus alias diuapi. Caranya, siapkan wadah berisi air, lalu masukkan wadah ke dalam steamer. Letakkan kepiting di atas wadah tersebut, baru nyalakan api. Proses di dalam steamer ini akan memakan waktu selama 10 hingga 20 menit, tergantung ukuran dan jumlah kepiting. Setelah kepiting matang, matikan api lalu dinginkan kepiting.
Hingga Bersih
Setelah kepiting dingin, cuci bersih di bawah air keran. Anda perlu membersihkan kepiting dengan saksama sebelum mulai memasaknya. Setelah dicuci bersih, buang terlebih dahulu apron kepiting. Apron adalah cangkang segitiga di bagian bawah tubuh kepiting yang berbentuk kecil dan runcing pada kepiting jantan, sementara bentuknya lebih besar dan bulat pada kepiting betina.
Setelah apron dibuang, Anda akan melihat lubang kecil di antara tubuh dan cangkang bagian atas kepiting yang disebut carapace.
Lalu, pegang bagian tubuh kepiting dengan satu tangan dan tarik cangkangnya. Anda juga perlu membuang insang dan rahang bawah kepiting sebelum kemudian mencucinya kembali hingga bersih. Kini, Anda siap mengolah kepiting menjadi masakan kesukaan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar